Patah Hati, Cara Tuhan Menyelamatkanmu dari Orang Yang Salah
pict source: google.com
Tidak pernah ada pertemuan yang sia-sia
Kadang kita dipertemukan bukan untuk bersama, tapi sekedar untuk meninggalkan makna
Manusia berproses menuju kedewasaan setelah menyelami rasa sakit, kita tidak bisa mensyukuri bahagia bila belum jatuh berkeping
Mengilhami sebuah luka bukan untuk menunjukkan rapuhnya hati, memahami perpisahan bukan sebuah ratapan, luka tercipta sebagai sebuah penyeimbang
Hidup ini roda, tidak selamanya kita akan tertawa
Tidak selamanya pula kita menangis lara
Nikmati, nikmati setiap hembusan nafas yang terengah-engah menahan sesak itu
Biarkan saja temponya tersendat
Setidaknya kita masih mampu menghirup nikmat Tuhan, kan?
Segala sesuatu pasti memiliki dua sisi, senang dan sedih, menang dan kalah, tawa dan airmata, jatuh cinta dan patah hati
Jangan coba untuk berikan hatimu, kalau kamu belum siap dijatuhkan ribuan kilometer ke bawah jurang
Manusia bisa saja setega itu
Atau ia tidak sengaja menjatuhkannya
Padahal kamu sudah susah payah mengumpulkan bagian demi bagian yang dulunya juga pernah jatuh berserakan, bukan?
Tenang,
Sedalam apapun jurang itu, sekecil apapun bagian itu terpecah, Tuhan paling tahu bagaimana mengembalikannya lagi
Cepat atau lambat
Mungkin nanti, ketika hatimu masih menganga, ada seseorang yang Ia utus membawakan partikel kecil dari serpihan hatimu, menutup lukamu
Seseorang yang Tuhan berikan padanya tangan lembut yang bisa lebih hati-hati untuk menjaga hatimu
Jangan khawatir, Tuhanmu lebih menyayangimu, kamu diselamatkan dari orang yang salah.

0 comments