Generasi Muda Menjawab Tantangan Masa Depan!


Generasi Muda Siap Menjawab Tantangan Masa Depan
Oleh: Nursyifa Pratiwi

Generasi muda ialah harapan,penerus,serta calon pemimpin bangsa. Masa depan Indonesia bergantung pada generasi muda karena mereka ialah penggerak sendi kehidupan. Dalam kehidupan tentu memiliki rintangan maupun tantangan yang harus dilalui, untuk itu generasi muda perlu menyiapkan diri menjadi generasi muda yang tangguh dan dapat mengikuti perkembangan global tanpa harus melupakan akar budaya.  Pemuda dalam perspektif sejarah bangsa:

1.      Penerima realitas kemajemukan bangsa
2.      Perekat kemajemukan bangsa
3.      Pendukung kualitas kepemimpinan

Pada dasarnya pemuda Indonesia memiliki potensi yang ada di dalam diri mereka, antara lain:

1.      Memiliki pola pikir idealis dan daya kritis tinggi.
Sudah menjadi sifat generasi muda untuk berdaya pikir kritis terhadap negeri ini. Dapat dibuktikan dengan sering terjadinya demonstrasi yang di dominasi oleh generasi muda menuntut keadilan serta kesejahteraan bagi masyarakat. Namun yang menjadi permasalahan ialah idealisme dan daya pikir kritis mereka cenderung memudar saat menjabat di pemerintahan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Mengapa bisa generasi muda yang selalu menjunjung tinggi rasa kemanusiaan berpaling dari prinsip mereka? Disini lah perlunya prinsip untuk berpegang teguh demi memajukan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat agar tidak mudah goyah.

2.      Dinamika dan kreatifitas.
Kreatifitas tentu tidak akan lepas dari sosok generasi muda. Mereka cenderung selalu berinovasi dan menemukan hal-hal baru. Tentu dengan potensi yang tidak kalah penting ini, mereka dapat menyumbangkan ide kreatif untuk memajukan pembangunan di Indonesia.

3.      Rasa optimis dan penuh semangat.
Tidak akan bisa berjalan dengan baik suatu pemerintahan tanpa adanya rasa optimis dan semangat dari warga negaranya. Kita semua harus percaya suatu saat Indonesia akan menjadi negeri yang dikagumi oleh seluruh penjuru dunia. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita mau berusaha dan mencoba. Dengan rasa optimis dan semangat tinggi itu lah rakyat Indonesia harus saling bahu membahu menciptakan negeri yang tentram dan damai. Kita semua harus sadar betapa beruntungnya menjadi warga Negara Indonesia, negeri ini memiliki SDA yang berlimpah dan berada pada letak geografis yang sangat strategis. Untuk itu, jangan pernah menyerah untuk terus berusaha.

4.      Berani mengambil resiko.
Tidak semua orang berani mengambil resiko. Kebanyakan orang berfikir berada di zona nyaman akan menjadi lebih baik. Kenyataannnya jika terus berada di zona nyaman kita tidak akan pernah bisa maju. Kita harus mencoba hal baru untuk mendapatkan pengalaman baru. Memang, keluar dari zona nyaman memiliki resiko. Tapi tidak ada sesuatu yang sia-sia jika kita mencoba. Ini lah kelebihan pemuda Indonesia, mereka berani mencoba pengalaman baru dan mengambil resiko.


5.      Terdidik.
Pendidikan  sangat penting untuk mempersiapka diri menjawab tantangan yang harus dihadapi di masa mendatang. Dengan pendidikan, wawasan  masyarakat akan  terbuka dan tentu tidak ada lagi bangsa asing yang bisa menjajah kita karena telah memiliki modal untuk menjadi generasi berkualitas. Dalam dunia pendidikan guru menduduki posisi tertinggi dalam hal penyampaian informasi dan pengembangan karakter mengingat guru melakukan interaksi langsung dengan peserta didik dalam pembelajaran di ruang kelas. Disinilah kualitas pendidikan terbentuk dimana kualitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru ditentukan oleh kualitas guru yang bersangkutan. Sangat disayangkan jika melimpahnya SDA di negeri ini tidak diiringi dengan SDM yang dapat mengelola nya dengan baik. Untuk itu terus lah belajar demi masa depan Indonesia yang bersinar dan cemerlang.

6.      Sikap ksatria.
Berani membela yang benar tanpa peduli status dan kedudukan seseorang selama ia benar merupakan sikap ksatria yang patut dimiliki. Kelak jika generasi muda sekarang ini menempati kursi pemerintahan, saya berharap sikap ksatria ini jangan pernah sampai pudar. Sangat miris jika melihat ketidakadilan di negeri ini semakin merajarela jika tidak ada yang berani membela keadilan.

7.      Toleransi keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan.
Indonesia memiliki berbagai macam ras,suku,bangsa,budaya,etnis,serta agama. Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia, terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku. Selain itu Indonesia merupakan Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia. Ya, dengan kondisi masyarakat yang heterogen tentu akan lebih mudah terjadi disintegrasi. Untuk itu perlu adanya toleransi dan rasa saling hormat menghormati demi menjada integrasi bangsa.

8.      Memiliki jiwa patriotisme dan nasionalisme.
Patriotisme dan nasionalisme membuktikan seberapa besar kecintaan kita pada Negara ini. Rasa patriotism dan nasionalisme perlu ditanamkan dan dipupuk.

9.      Kemampuan menguasai ilmu teknologi.
Teknologi sangat penting dalam pertumbuhan serta pertahanan Negara. Dalam pertumbuhan dapat menunjunag kinerja untuk memajukan produktifitas. Dalam pertahanan dan ketahanan dapat menunjuang perlengkapan persenjataan Negara demi keaman dan kenyamanan bersama.


10.  Sikap kemandirian dan disiplin murni.
Mandiri dan dispilin ialah sikap yang wajib dimiliki, tidak bisa dipungkiri kedisiplinan ialah modal utama dalam keberhasilan. Seseorang yang disiplin dapat mengatur waktu dan prioritasnya akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Itulah beberapa potensi yang ada di dalam diri generasi muda yang dapat menujang untuk menjawab tantang di masa depan. Adapun tantangan  yang akan dihadapi generasi muda saat ini antara lain bagaimana menjadikan bangsa ini memiliki karakter. Karakter yang dimaksud ialah kejujuran, ramah tamah, sopan santun, intelektualitas,tanggung jawab, nasionalisme serta patriotisme. Generasi muda suatu saat akan menjadi seorang pemimpin baik menjadi pemimpin bagi diri sendiri, rumah tangga, masyarakat, bahkan Negara. Untuk itu kejujuran sangat penting bagi calon pemimpin karena kejujuran ialah salah satu modal awal menjadikan Negara ini bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Lantas bagaimana agar kejujuran dapat ditanamkan dalam diri setiap warga Indonesia? Tentu dengan peran serta dari semua pihak, seperti orangtua yang membimbing anaknya sejak dini berkata dan berbuat jujur. Selain peran orangtua, guru juga sebagai media pembimbing agar anak didiknya memiliki tingkat kejujuran yang tinggi salah satunya dengan memberikan sanksi kepada murid yang tidak berbuat jujur dalam ulangan tentu melatih murid bekerja keras agar mendapatkan nilai yang memuaskan dari hasil kejujurannya. Sopan santun dan ramah tamah tentu tidak kalah penting, Indonesia menunjung tinggi budaya ketimuran yang selalu patuh dan menghormati orang yang lebih tua seperti tidak berbicara dengan nada tinggi atau bahkan membental, tidak bersikap seenaknya,selalu berkata dan berperilaku sopan, serta masih banyak lagi nilai dan norma yang harus kita jaga. 

Selain itu, bagaimana menjaga kelestarian budaya yang diiringi dengan kemajuan teknologi agar dapat  mendukung produktifitas dalam negeri dan dapat  bersaing dalam perdagangan internasional ialah salah satu tantangan yang perlu dipersiapkan. Hal ini berhubungan degan prediksi yang mengatakan pada 2030 Indonesia berpotensi menjadi negara dengan perekonomian terbesar ketujuh dunia. Posisi Indonesia akan mengalahkan Jerman dan Inggris, tapi masih berada dibawah China, Amerika Serikat, India, Jepang, Brasil dan Rusia. Dalam laporan MGI tersebut, dikemukakan bahwa jejak rekam ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini sangat luar biasa, namun kurang mendapat apresiasi.  Padahal, saat ini saja Indonesia sudah menjadi negara ekonomi terbesar ke-16 di dunia dan diperkirakan akan terus berkembang.

Disisi lain, kemajuan teknologi dapat mengkikis budaya. Bangsa yang hebat ialah bangsa yang tidak meninggalkan akar budaya-nya dan berusaha terus melestarikan bahkan mengangkat kebudayaan menjadi suatu yang layak dibanggakan oleh semua khalayak. Kita semua mengetahui kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia sangat beragam, untuk itu inilah saatnya kita memperlihatkan pada dunia bahwa kita bangga akan kebudayaan kita dan akan terus melestarikannya.

Diharapkan apa yang kita cita-cita kan bersama dapat terwujud dan generasi muda dapat sadar bahwa peran serta mereka dalam menghadapi masa depan sangatlah penting.

Jadi, tantangan masa depan sangatlah banyak dan beragam untuk itu diperlukan generasi muda yang berkualitas lah yang memjawabnya untuk dapat mencapai impian bangsa.

“Jangan pernah berhenti memberikan yang terbaik untuk Indonesia!”


***


Dino Patti Djalal dan Gagasannya “Nasionalisme Unggul; Bukan Hanya Slogan”

Dino Patti Djalah ialah Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat. Beliau dilantik pada 10 Agustus 2010 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kariernya dimulai tahun 1987 ketika masuk Departemen Luar Negeri. Berbagai penugasan penting pernah diemban, antara lain sebagai Jubir Satgas P3TT (Pelaksana Penentuan Pendapat di Timor Timur), Kepala Departemen Politik KBRI Washington dan Direktur Amerika Utara dan Tengah Departemen Luar Negeri. Beliau sempat menjabat sebagai Direktur Urusan Amerika Utara dan Amerika Tengah di Departemen Luar Negeri Republik Indonesia, sebelum akhirnya bersama Andi Mallarangeng kemudian ditunjuk sebagai juru bicara Presiden ketika Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden Indonesia.

Dino Patti Djalal memiliki gagasan yang akhirnya beliau tulis dalam sebuah buku bertujuan menyerukan semangat nasionalisme baru kepada bangsa Indonesia, berjudul Nasionalisme Unggul: Bukan Hanya Slogan. Buku tersebut berisi 145 ide dan kutipan inspiratif.Sebelumnya beliau sukses menulis buku Harus Bisa! yang telah tercetak sekitar 1.5 juta kopi di seluruh tanah air.

Bagi Dino Patti Djalal, di abad ke-21 ini yang dibutuhkan rakyat Indonesia adalah keunggulan di dalam negeri baik juga di luar negeri. Beliau juga memaparkan bahwa bangsa Indonesia harus memiliki pola pikir dan budaya unggul. Karena naluri bangsa Indonesia selama abad ke-20 adalah naluri Persatuan dan Kesatuan, yaitu pentingnya menjaga kesatuan seperti dalam contoh peristiwa-peristiwa dan konsep-konsep: Budi Utomo, Sumpah Pemuda, Proklamasi, Bhineka Tunggal Ika, UUD 45 serta Pancasila yang semuanya memiliki sumber sama yaitu kesatuan. Kini yang ingin ditekankan oleh Dino adalah harus beranjak dari itu semua dan harus menciptakan suatu agenda keunggulan.




You May Also Like

0 comments