Buku Ini Jawaban dari Quarter Life Crisis-mu!
Memasuki usia 20an, tanpa punya pengalaman hidup sebelumnya atau kata orang "ya, namanya juga baru pertama kali hidup", pasti membuat kita kebingungan, "ini arahnya kemana? setelah ini harus apa? kalau aku ke sana, bakal sampai ke tujuan gak? tapi tujuannya apa ya?"
Apa kamu pernah mengalami hal serupa? Kamu menemukan postingan yang tepat.
Berikut resensi buku yang akan membantu kamu!
Penulis: Fellexandro Ruby
Penerbit: PT Gramedia Pustala Utama
Tahun Terbit: Terbitan pertama, Desember 2020
Jumlah Halaman: 235 halaman
ISBN: 978-602-06-4934-4
Buku ini bisa disebut sebagai "self-help book" karna tiap bab nya dapat menjadi panduan buat kamu yang kebingungan atau sedang berada di persimpangan jalan kehidupan. Banyaknya pilihan jurusan kuliah hingga karir, bukannya membuat kita lebih leluasa untuk menentukan, justru menambah kebingungan dan kekhawatiran "harusnya pilih apa ya?"
Di dalam buku ini, kamu akan dipandu dan dibantu untuk menemukan jati diri, hingga tujuan hidup yang akan menjadi penentu langkahmu selanjutnya. Memang, penulis, Fellexandro Ruby, tidak secara tersurat menyatakan bahwa pilihan A lebih baik daripada pilihan B. Akan tetapi, kamu diminta untuk mengenal diri sendiri sehingga akhirnya mengetahui pilihan apa yang lebih cocok untuk dirimu. Sebab, bisa jadi pilihan A cocok untuk mu tapi tidak untuk orang lain yang memiliki kepribadian dan tujuan hidup berbeda.
Berbicara kelebihan, buku ini menarik untuk diselami halaman demi halamannya. Rasanya seperti terhipnotis bahkan untuk orang yang jarang membaca buku non fiksi karena pilihan kata-nya tidak formal dan terkesan akrab. Penulis menggunakan diksi "lo-gue" khas anak muda. Ini membuat pembaca lebih terhubung dengan penulis.
Tidak hanya berdasarkan teori, penulis berusaha menjadikan buku ini lebih aplikatif dengan menyertakan tautan untuk dapat melakukan tes, misalnya tes gaya belajar hingga tes kepribadian DISC. Setelah pembaca mengikuti tes tersebut, penulis kembali menuntun pembaca melalui tulisannya yang inspiratif hingga memberikan contoh dari kisah nyata dirinya dan orang-orang terdekat.
Tak heran bila buku ini mendapat kategori Mega Best Seller karena sangat laris di pasaran.
Sayangnya, tanpa tulisan tersebut dicover depan buku, tampilan buku ini kurang menarik. Didominasi dengan warna abu-abu yang terkesan "kusam" dan tulisan hitam tebal. Calon pembeli di toko buku tidak akan tertarik jika hanya melihat sekilas. Hal ini lah yang menjadi salah satu kekurangan dari buku You Do You. Walaupun memang benar "Don't judge a book by its cover".
Selain itu, tautan yang tersedia pada buku ini di satu sisi menjadi kelebihan yang membuat pembaca dapat mengesplorasi dirinya, namun di satu sisi yang lain justru menjadi sebuah kelemahan. Mengapa? ada kalanya kita ingin membaca buku tanpa gangguan, tanpa perlu memegang handphone dan terhubung dengan internet. Tidak jarang, ada yang menjadikan membaca buku sebagai rehat dari segala macam aktivitas termasuk mengistirahatkan mata dari ponsel genggam.
Adapun tautan yang harus dibuka tersebut menggunakan bahasa inggris, yang mana akan menyulitkan pembaca yang kurang fasih. Bisa jadi, niat untuk mengenal diri itu menjadi kandas.
Meskipun demikian buku ini sangat menarik dan wajib menjadi referensi untuk dibaca. Pesan utama dari buku ini adalah pentingnya untuk menemukan diri yang autentik untuk hidup yang lebih bahagia dan bermakna. Fellexandro Ruby mengajak untuk hidup lebih percaya diri dan menghargai proses di setiap fase kehidupan.
Pada akhirnya, buku You Do You adalah karya yang cocok menjadi panduan untuk kamu yang ingin keluar dari zona nyaman dan menemukan nilai-nilai pribadi. Buku ini sangat direkomendasikan untuk para pembaca yang selalu ingin belajar dan bertumbuh, melakukan perbaikin diri, dan tidak pernah menyerah untuk meraih mimpi.
Rating: 4.7/5

0 comments