Setting Boundaries
You are allowed create a line but never cross anyone else's.
(pict source: MV Bbibbi - IU)
Kalau kata Mbak IU
If you cross that line, i’ll be serious beep
Itu adalah potongan lirik lagu di MV IU - Bbibbi.
Dalam hidup, kita harus nentuin batasan-batasan untuk diri sendiri. Apa yang mau kita lakuin, siapa aja yang boleh masuk ke hidup kita, apa aja yang jadi value kita.
Kita berhak punya kendali terhadap diri sendiri karna ga ada orang yang punya kewajiban atas diri orang lain.
Maksudnya gimana?
Gini, dalam pengambilan keputusan misalnya, kita bisa aja minta saran dan pandangan orang lain. Tapi toh yang berhak nentuin bakal menjalankan saran itu ya diri sendiri. Kenapa? Karna nanti kalau terjadi sesuatu atas keputusan yang kita ambil, ya diri sendiri juga yang ngehadapinnya.
Contoh sederhana dalam pemilihan jurusan kuliah, masih banyak loh ternyata yang ngikutin keinginan oran lain walaupun orang tua sendiri. Atau dalam pertemanan, kalau kita ga punya batasan, terus ngikut aja apa keinginan orang lain kita bakal jadi people pleaser. Apa-apa atas kebahagian orang lain, tapi sendirinya tersiksa. Ngasih waktu, tenaga, materi buat orang lain.
Loh bukannya bagus ya berbuat baik?
Betul. Konsepnya gini, berbuat baik lah kepada orang lain, tapi itu bukan kewajiban ya. Kebahagian dan kesenangan mereka adalah tanggung jawabnya pribadi, sama, kita juga bertanggung jawab sama diri sendiri.
Jadi, kita juga gak berhak minta orang lain bertanggung jawab sama kebahagian kita.
Never depend your happiness to other. Hei, situasi dan kondisi itu netral, yang gak netral adalah gimana kita menyikapinya dan meresponnya.
Kalau banyak yang menghujat Kale, salah satu tokoh di film NKCTHI karna dia bilang gini, "Aku ga bisa bertanggung jawab atas kebahagianmu"
Tapi menurutku, Kale punya sikap yang tepat. Jangan menggantungkan kebahagian kepada orang lain, dan jangan pernah ambil tanggung jawab untuk membahagiakan orang lain. Beban!
Kita bertanggung jawab terhadap diri sendiri, apa yang menjadi keputusan, apa yang dirasakan, dan apa yang diinginkan.
Tapi kita boleh banget berbuat baik sama orang lain. Rasanya jauh lebih ringan kalau menganggap itu sebagai suatu kebaikan, bukan tanggung jawab.
Nah, di film NKCTHI juga Kale memilih untuk memberi batas.
Wan, batasnya sampai di sini aja, aku ga ngijinin kamu masuk lebih jauh lagi.
Setting boundaries itu ibarat ngasih pagar di luar rumah. Diri kita ya ibarat rumah. Ada orang yang ga boleh melewati pagar, tapi ada yang boleh masuk ke ruang tamu, ada juga yang boleh masuk ke ruang keluarga hingga dapur dan kamar. Bahkan menunjukan di mana pintu ke luar.
Kita yang nentuin.
Mau sampai mana batasnya, dan seberapa berarti orang ini untuk bisa layak masuk ke ranah personal.
Sebaliknya, kalau kita bertamu tapi yang punya rumah gak ijinin masuk, ya jangan. Masuk paksa ke rumah orang lain itu melanggar privasi dan ranah personal.
Memangnya siapa yang senang rumahnya dimasukin tanpa ijin?
Ada beberapa hal yang ga bisa kita tembus, ga bia kila paksa untuk tau. Kadang sedekat apapun kita dengan sahabat, ada hal-hal yang ga bisa diceritain. Sama kayak hubungan dengan pasangan maupun suadara dan orangtua. Mereka punya porsinya masing-masing. Ada ranah-ranah tertentu yang bisa dibagikan kepada mereka, ada juga yang tidak. Ada hal yang sangat personal bahkan untuk tidak untuk dibagikan kepada siapa pun.
Dan hal tersebut wajib dihormati, jangan pernah melewati batasan yang diberikan.
Kita juga harus tegas dan lugas dalam kasih batas ini.
Setting boundaries ini bukan berarti jadi arogan dan mentingin diri sendiri. Di sini kita ngasih batas, dan belajar ngehargain batas yang dipunya orang lain juga.
Contoh menentukan batasan paling sederhana adalah berkata
"Tidak"
"Ga mau"
"Ga bersedia"
Tapi kadang untuk beberapa orang masih sulit karna ngerasa ga enakan. Padahal gapapa loh, tapi sampaikan dengan jelas alasannya dan tanpa menyakiti ya.
Kalau suatu hal gak sesuai sama value yang kita pegang, sampaikan. Ga usah ngerasa ga enakan.
"Maaf ini aku ga makan makanan X"
"Wah makasih ya ajakannya, tapi aku cuma bisa ke luar di bawah jam 9" gapapa, sampaikan.
Kita jadi belajar untuk respect terhadap diri sendiri dan orang lain. Paham kalau kita juga punya hak untuk dihargai. Setting boundaries ini juga termasuk bagian dari self love loh.
Nah setting boundaries ini gak cuman berlaku untuk orang lain, tapi untuk diri sendiri juga. Kita bisa kasih batasan misalkan terkait jam tidur dan waktu bekerja. Kita berhak untuk tidur di bawah jam sepuluh atas reward sudah bekerja keras seharian. Kita berhak untuk istirahat, berhak ngasih jeda, untuk diri sendiri. Ini jadi penting untuk tetap menjaga diri sendiri biar gak overwork.
Kira-kira begitu gambaran umum tentang setting boundaries ini, take care of yourself ya sampai jumpa di tulisan-tulisan lainnya.

0 comments